➡️ Yaitu :
1. Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat shalat 'Idul Fithri.
2. Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik.
كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ
“Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk 'Idul Fithri dan 'Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah)
Aturan berpenampilan menawan di hari ‘Ied hanya berlaku bagi laki-laki. Sedangkan bagi wanita, lebih aman baginya untuk tidak menampakkan kecantikannya di hadapan laki-laki lain. Kecantikan wanita hanya boleh ditampakkan spesial untuk suami saja, bukan kepada yang lain ‼️
Allah Ta’ala berfirman :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)
Jika seorang wanita memakai make-up, bedak tebal, eye shadow, lipstick, dsb. maka itu sama saja ia menampakkan perhiasan diri kepada laki-laki lain, dan ini adalah perbuatan yang terlarang ❌
3. Makan sebelum shalat 'Idul Fithri.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ .. وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا
“Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidaklah keluar pada hari 'Idul Fithri (ke tempat shalat) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari)
Kalau tidak mendapati kurma, boleh memakan makanan halal yang lainnya ✅
4. Bertakbir dari rumah menuju tempat shalat.
كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ المصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ
“Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya Idul Fithri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)
Namun kalau dilihat dari keumuman ayat QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menunjukkan perintah bertakbir itu dimulai sejak bulan Ramadhan sudah berakhir, berarti takbir 'Idul Fithri dimulai dari malam 'Idul Fithri hingga imam datang untuk shalat ‘Ied 📌
Takbir yang diucapkan, yaitu :
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya.”
5. Saling mengucapkan selamat satu sama lain.
Seperti ucapan Taqobbalallaahu Minnaa Wa Minkum & Minal Aidin Wal Faidzin 🗣️
6. Melewati jalan yang berbeda ketika hendak pergi & pulang shalat 'Ied.
عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
“Dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika berada di hari 'Ied, beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang.” (HR. Bukhari)
#IdulFithri

Tidak ada komentar
Posting Komentar